Sabtu, 16 April 2016

Ini Dia Bocoran Gaji Pekerja TI di Indonesia

Ini Dia Bocoran Gaji Pekerja TI di Indonesia

Tamselgame - Assalamualaikum kawan kawan Tamselgame saya minta maaf karena Tamselgame tidak update artikel terbaru dikarena kan sibuk. kali ini saya akan memberitahukan tentang gaji pekerja TI (Teknologi Informasi) di Indonesia. Langsung aja disimak.

Kebutuhan akan tenaga kerja yang mumpuni di bidang TI (Teknologi Informasi), di era digital seperti saat ini, makin tinggi. Namun nyatanya, persaingan antarperusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja berkualitas justru makin ketat. 

Padahal jumlah lulusan perguruan tinggi di bidang TI makin banyak. Karena itu tidak mengherankan jika banyak perusahaan rela memberikan gaji lebih tinggi untuk beberapa profesi di bidang TI.

Merujuk pada analisis Jobplanet (Jobplanet.com), gaji rata-rata staf di bidang TI di Indonesia adalah Rp 4.050.000. Sementara gaji rata-rata manajer di bidang TI adalah Rp 8.500.000. Angka tersebut didapat dari perhitungan rata-rata gaji bersih yang diterima, belum termasuk bonus dan tunjangan.

Analisis tersebut diolah dari informasi gaji 6.500 orang responden yang bekerja di bidang TI, yang terkumpul hingga akhir Maret 2016 di situs web Jobplanet.com. Mereka tersebar di 35 provinsi di Indonesia, yang juga merupakan pengguna Jobplanet. Perbandingannya, karyawan di level staf sebanyak 78% dan di level manajer sebanyak 22%.

Profesi TI dengan gaji rata-rata lebih tinggi
Menariknya Jobplanet juga menemukan beberapa profesi TI dengan gaji rata-rata lebih tinggi di level staf dan manajer. Beberapa profesi itu antara lain project coordinator,software architect, dan konsultan enterprise resource planning (ERP).

Di level staf, profesi TI bergaji rata-rata paling tinggi adalah project coordinator dengan gaji rata-rata Rp 5.650.000, diikuti staf software architecture dengan gaji Rp 5.230.000, UI/UX developer dengan gaji Rp 5.050.000, staf ERP dengan gaji Rp 5.000.000, dan system engineer dengan gaji Rp 4.625.000.

Adapun pada level manajer, profesi-profesi bergaji rata-rata lebih tinggi adalah project manager dengan gaji Rp 11.540.000, diikuti ERP manager dengan gaji Rp 11.000.000, software architecture manager dengan gaji Rp 9.650.000, IT quality assurance manager dengan gaji Rp 9.400.000, dan information system manager dengan gaji Rp 9.050.000.

“Melalui analisis ini, Jobplanet ingin memberi gambaran gaji rata-rata para karyawan di bidang TI di Indonesia. Kami berharap informasi ini dapat memberi wawasan bagi karyawan di bidang TI serta membantu para pencari kerja, terutama dalam mengukur nilai profesionalisme mereka di mata perusahaan,” ujar Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia, dalam keterangan tertulis yang kami terima.

Gaji rata-rata pengembang aplikasi dan game
Walau pengembang aplikasi dan game tidak termasuk dalam profesi di bidang TI yang menawarkan gaji tertinggi, seiring dengan pertumbuhan industri mobile dan digital, makin banyak lulusan di bidang TI yang melirik profesi tersebut. Di antara 6.500 responden Jobplanet, ada 517 orang pengembang aplikasi dan 32 orang pengembang game.

Jobplanet menemukan bahwa gaji rata-rata pengembang aplikasi di level staf mencapai Rp4.580.000 dan di level manajemen mencapai Rp 9.010.000. Sementara gaji rata-rata pengembang game di level staf adalah Rp 3.205.000 dan di level manajer Rp 6.505.000.

Merujuk pada data responden di Jobplanet.com, rentang gaji pengembang game di Indonesia dari level staf hingga manajer berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 15.000.000. Sementara rentang gaji pengembang aplikasi dari level staf hingga manajer berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 37.000.000.

“Tentunya setiap perusahaan memiliki standar pengupahan karyawan yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan perusahaan serta kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh SDM. Jobplanet berharap hasil riset ini bisa menjadi benchmark bagi para pencari kerja di bidang TI dalam mengukur potensi mereka, serta membantu mereka dalam menggapai karier terbaik sesuai dengan keahlian mereka,” tutur Kemas.

Sumur

Selasa, 08 Maret 2016

Ray Tomlinson, Penemu Email Meninggal Dunia

Ray Tomlinson, Penemu Email Meninggal Dunia

















Nama Raymond Samuel Tomlinson memang tak setenar Steve Jobs, Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Tapi jasanya tak kalah besar, Ray inilah yang menciptakan cikal bakal surat elektronik atau email.

Ray lahir di Amsterdam, New York, di tahun 1941. Dia antara lain menempuh pendidikan tinggi di kampus bergengsi Massachusetts Institute of Technology. Lalu bekerja di perusahaan Bolt Beranek and Newman, sekarang bernama Raytheon BBN Technologies.

Saat bekerja di situ, Ray menemukan cara mengirim pesan antara orang satu dengan lainnya di komputer dan server yang berbeda. Program itu bekerja di jaringan komputer ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang merupakan cikal bakal internet.

Penemuan yang dilakukannya di tahun 1971 itu diakui secara luas sebagai awal mula email. Tomlinson juga dikenal sebagai penemu lambang @ yang dipakai sebagai pemisah antara nama pemilik email dengan alamat tujuan yang masih dipakai hingga saat ini. 

Tomlison yang dikenal rendah hati awalnya tidak mau mempublikasikan temuannya. "Jangan beritahu siapapun, kita tidak seharusnya mengerjakan hal semacam ini," katanya pada salah seorang teman.

Rupanya membuat program tersebut bukan tugasnya, dia hanya merasa idenya itu menarik dan akhirnya diwujudkannya. Ketika ternyata cikal bakal email itu bisa bekerja, ia memberitahu rekan rekannya tentang bagaimana menggunakannya. 

Pada saat itu, masih sangat sedikit orang memiliki komputer pribadi karena harganya sangat mahal. Dan popularitas email baru berlangsung beberapa tahun setelah Ray menemukannya, sebelum kemudian jadi bagian integral kehidupan modern. 

Ketika email dan simbol @ yang diciptakannya banyak digunakan, nama Tomlinson mulai banyak dibicarakan dan ia menerima banyak penghargaan. Di tahun 2000 misalnya, dia menerima penghargaan George R. Stibitz Computer Pioneer Award dari American Computer Museum atas jasa jasanya. 

Meski email semakin dikembangkan, kontribusi Tomlinson tak terlupakan. Jagat teknologi pun berduka karena kematiannya. Salah satunya pengelola Gmail yang mengucapkan belasungkawa.

"Thank you, Ray Tomlinson, for inventing email and putting the @ sign on the map. #RIP" tulis layanan email milik Google itu.

Sumber

Meninggal pada
5 Maret 2016, Lincoln, Massachusetts, Amerika

Sabtu, 23 Januari 2016

Kenapa Internet Indonesia Itu Lemot?



Koneksi internet indonesia. Sebuah topik yang sangat sangat sangat kontroversial bagi para netizen di indonesia. Kenapa? Karena internet indonesia, sangat bikin emosi. Persis seperti yang ditanyain petra ini, kenapa internet di indonesia itu lemot banget? Ngga kaya di negara tetangga? Ehem. Kenapa pak menteri? Apa jawabannya?

Yang pasti ngga ngga ngga, bukan karena tiangnya kurang tinggi atau gimana. Faktor pertamanya itu adalah infrastruktur. Ya, internet itu pada dasarnya, membutuhkan infrastruktur. Sebuah perusahaan harus membangun kabel telfon, kabel fiber optik hingga tiang pemancar yang harganya M-Man, hanya untuk bisa streaming video ini dengan lancar.

Perkembangan internet pun sebanding dengan infrastruktur lainnya. Jalan raya kita masih banyak yang bolong, jembatan masih banyak yang reot sampe bahkan masih banyak desa yang listrik aja ngga punya. Artinya apa? Membangun infrastruktur itu ngga murah, dan membutuhkan duit yang sangat banyak. Ya, alasan *chuckle* yang paling klasik.

Itu bedanya negara kita dengan negara tetangga. Duitnya. Provider internet adalah industri yang sangat sangat capital intensive. Artinya membutuhkan kantong yang tebel untuk mulai di bisnis ini. Tapi bentar, negara tetangga juga ngga lebih kaya dari kita, tapi kok internetnya bisa cepet ngga lemot? Ini alasannya:

Faktor geografis! Kadang2 kita lupa, negara kita itu luasnya luas banget. Belom lagi ada hutan rimba, gunung meletus, macan lepas, candi borobudur, cabe-cabean, sampe ombak yang bergulung. Artinya, kondisi geografis indonesia ini menciptakan tantangan tersendiri bagi kita untuk membangun infrastruktur. Ngga kaya negara tetangga.

Oke, ngga usah pake bahasa ekonomi ribet. Intinya aja nih, kita pengen bangun rumah, tapi kalo kita ngga punya duit, mana bisa kita bangun rumah. Karena bangun rumah itu mahal. Apalagi rumah kita banyak tantangan geografisnya. Jadilah rumah kita seadanya, seperti halnya kondisi internet indonesia.

Tentu saja ada, “pengecualian”. Tapi ada alasan juga kenapa pengecualian itu disebut pengecualian. Karena itu adalah pengecualian. Sedangkan yang kita bicarakan disini bukan pengecualian, melainkan secara keseluruhan. Jadi jangan pernah pamer speed internet di depan temen, karena itu lebih sensitif daripada nanyain orang tentang berat badan.

Jadi ya, kesimpulannya udah berkali kali kita denger di berita: “Internet indonesia terlemot di dunia”, Atau yang lebih bahagia dikit, “internet indonesia terlemot kedua di dunia”. Tapi itu berita beneran, silahkan cek sumbernya dibawah kalo ngga percaya.

Tapi apapun yang terjadi, jangan pernah benci internet. Karena internet adalah tempat yang keren. Sumber informasi, ensiklopedia gratis, tempat nyari video dangdut, kucing ngomong dan meme musiman yang ngga jelas. Jadi sekian untuk episode minggu ini, karena quota internet saya sudah mau habis. Terima kasih.